#22 : Rerouting
Oleh : Faikar Izzani
Berkelanjutan dengan posting sebelumnya, penulis memutuskan untuk berdiskusi dengan Pak Alfonzo terkait pengembangan tesis penulis…Diskusi penulis lakukan di rumah beliau yang nyaman di daerah Taman Pramuka pada Sabtu kemarin.
Kami mendiskusikan tentang pengembangan tesis penulis, yang jika mengangkat tentang museum rupanya oleh Pak Intan dan Pak Alfonzo dianggap sudah terlalu ‘mentok’ karena memang keadaan lapangan yang tidak memungkinkan. Penulis juga membicarakan hasil studi literatur yang dilakukan terkait Bandung dan sejarahnya, yang rupanya memunculkan hasil yang tidak disangka-sangka (jaman perang kemerdekaan, Bandung rupanya relatif ‘tenang’ dibandingkan kota lain, dan pembahasan heritage Bandung sudah sering dilakukan).
Meskipun begitu, Pak Alfonzo melemparkan trigger yang cukup menarik : mengapa tidak membahas Semarang?
Semarang merupakan kota pesisir yang dibangun oleh Belanda, serta memiliki warisan budaya dan sejarah yang kaya karena adanya 3 macam etnis utama yaitu Jawa, Cina, dan Arab. Selain itu, jika penulis tetap keukeuh membahas sejarah militer, Pertempuran 5 Hari di Semarang tentunya menjadi pilihan yang menarik untuk diangkat.
Diskusi kami akhiri setelah 1 jam karena Pak Alfonzo sudah ada agenda lain. InsyaAllah akan dilanjutkan besok Senin. Bagaimana hasilnya? Stay tuned!

Yang pertama, penulis mampir ke perpustakaan FSRD dan mendapatkan 2 buku tentang sejarah Bandung. Sebenarnya pada awalnya penulis lebih memilih untuk mengulas pertempuran dan peristiwa ikonik pada masa perjuangan yang terjadi di Kota Kembang ini, namun tampaknya literatur yang membahas hal tersebut cukup terbatas sehingga penulis harus bisa memanfaatkan sumber daya yang ada :D bagaimanapun juga, tak kenal maka tak sayang!
Yang kedua, adalah sebuah buku yang dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan media digital elektronik. Buku kedua ini cukup menarik karena membahas pendekatan visual pada pengembangan media tersebut, disertai contoh-contoh dari desainer maupun biro desain ternama serta tips-tips yang dapat digunakan dalam pelaksanaanya! 

adalah pemain berkelana mengelilingi sebuah kota dengan rute yang sudah disiapkan sebelumnya maupun secara bebas, mengumpulkan benda-benda di jalan, menyelesaikan tantangan yang diberikan, dan mendapatkan hadiah berupa medali, badge, maupun benda lainnya. Menurut pengamatan penulis, genre ini belum begitu populer di Indonesia (meskipun ada satu aplikasi populer yang memanfaatkan mekanik genre ini yaitu Foursquare). Hal ini menurut penulis disebabkan oleh masih belum dikenalnya sistem ini, iklim Indonesia yang tropis cenderung sangat panas saat cerah atau sangat basah saat hujan, dan jaringan internet yang masih belum tersebar luas.